Afterseventeen.story

Thursday, December 7, 2006

Selingkuh Dengan Pembantu Sendiri

Pagi itu bangunya agak kesiangan, tidurnya nyenyak sekali akibat kecapaian setelah semalam ia melakukan pergumulan yang amat hebat dengan istrinya.. Di lihatnya ke arah samping tempat tidur, rupanya istrinya sudah tidak ada. Rima, istri arif memang adalah salah satu karyawan di perusahaan swasta di kota itu. sedangkan arif sendiri masih berstatus mahasiswa semester trerakhir. Di ambilnya handuk dan segera menuju kamar mandi. sebelum sampai ia melihat di dapur yang berdekatan dengan kamar mandi itu bi Esih sedang memasak dengan pakaian seperti kebaya dengan bawahannya kain sarung bermotif seperti batik agak sedikit ketat sehingga terlihat tonjolan pantatnya dari belakang. Tengah asiknya pemandangan tersebut, bukan maen kagetnya tiba-tiba bi Esih membalikan badannya sehingga posisinya kini berhadapan dengannya, begitupun dengan bi Esih ikut kaget melihat Arif yang tiba-tiba ada di hadapannya. "dd den arif, sedang apa?" agak sedikit terbata. "nga ngapa2in bi, saya baru mau ke kamar mandi" jawabnya. "lagi masak apa bi?" mencoba menghilangkan kecurigaan bi essih terhadapnya. "oh anu den, bibi masak sayur asam dan goreng telor kesukaan den arif" jawabnya dengan sedikit senyuman. Arif hanya tersenyum. "terusin lagi aja bi masaknya, saya mau mandi dulu" suruh arif. "iya den, silahkan"

Setelas selesai mandi ia sempat menayakan kepada bi Esih "masaknya udah beres bi?" "mmm sedikit lagi den, tinggal goreng telornya" jawabnya. "wah tinggal telornya ya bi, kebetulan saya sudah lapar" gumamnya. "tenang aja den, pokoknya sesudah den arif ganti pakaian masakannya pasti sudah beres" bi asih meyakinkannya. kemudian arif segera pergi dari dapur hendak ke kamarnya. Selesai ganti baju tanpa lama lagi ia segera menuju dapur kembali untuk menyantap makanan yang sudah dimasakan bi Esih. "benerkan den, masakannya sudah siap" ujar bi Esih. "iya bi, makasih" ucap arif dan segera menyantapnya. "enak bi, istri saya aja ga seenak ini masakannya" pujinya kepada bi Esih. bi Esih hanya tersenyum dan agak sedikit malu. "ah yang bener den, biasa aja koq bibi masaknya" "bener lho bi, pas sekali bibi masak sayur asamnya, kacangnya ga terlalu keras" pujinya lagi. "ah den arif bisa aja bikin geer bibi, oh iya den bibi tinggal dulu ya, mau mandi dulu" "oh silakan bi" jawabnya.

Sesudahnya makan ia hendak membereskan piring dan yang lainya dan berniat untuk mencucinya meskipun itu adalah pekerjaan bi Esih. belum selesai menucinya, tiba-tiba di belakang bi esih melarangnya untuk mencucikan piring yang kotor tadi. "eh den, biar bibi saja yang bersihinnya" suruhnya. "oh udah beres mandinya bi? ah gapapa koq bi sekali-kali bantuin bibi, kan bibi tadi lagi mandi" Ia seperti kebo bego, hanya memandangi tubuh pembantunya yang lumayan montok itu. meski sudah tidak muda lagi tubuh bi esih masih kencang dan mulus, hal itu diakui arif. "lho koq den arif bengong kaya gitu, kenapa den" tanya bibi pura-pura, menggodanya. dengan sedikit tersentak dan agak malu juga ia setelah ditanya begitu. kemudian arif yang sudah tidak tahan lagi segera mendekati bi esih dan mencoba meraih tubuhnya untuk dipeluk. namun bi esih melakukan sedikit perlawanan dengan mencoba menghindarnya"den jangan den jangan, bibi takut dengan non Rima" gumamnya. "ia kan sedang tidak ada, bibi ga usah takut, tenang aja ya bi" mencoba menenangkan bi esih dan kembali mencoba merangkulnya. kali ini bi esih tidak lagi terlihat menghindar. Desahan kecil terdengan dari mulut bi esih yang tidak tahan lehernya diciumi dan dijilati oleh mulut kasir majikannya itu. "aough" kemudian mulutnya perlahan menuju bibir bi esih dan dan segera menciuminya. sambil keduanya beradu bibir arif membukakan lilitan handuknya kini yang tampak adalah Bra berwarna hitam sama dengan warna CDnya, tangan kanannya mulai menggerayangi salah satu toket bi asih sesekali dimainkanya putingnya dengan diplintirnya sedangkan tangan kirinya bergeriliya di daerah vaginanya, kini bi asih melepaskan bibirnya dari arif seakan menyerah tak kuasa menahan kenikmatan semua bagian vitalnya kini diobok-obok, posisi wajahnya ke atas menatap atap langit-langit dapur sedikit menggigit bibirnya sendiri seraya mendesah "aakkhh... akkhhhh.. " "den bibi pegal nih kita pindah aja yuk ke kamar!" pinta bi esih yang merasa pegal setelah agak cukup lama dengan posisi berdiri. tak tega keluhannya kemudian arif memboyong bi esih ke kamar bi esih yang tidak jauh dari tempat semula mereka berada. kini posisi bi esih terlentang dengan kedua paha di atas, kini arif mencoba menjilati kemaluannya yang masih terbungkus CD, tampak bi esih sedang meremas-remas kedua susunya sendiri. tidak puas karena terhalang oleh CDnya itu, kemudian ia segera membukanya dan mulai kembali menjilati memek bi esih yang tidak berjembut itu dan tampak kemerah-merahan dan mulus serta putih bagian pinggir-pinggirnya. desahannya kini semakin keras saja, benar-benar tidak kuat lagi jilatan arif terhadap memeknya itu. "den, sudah den bibi ga kuat lagi, sekarang aja ya masukinnya!" kemudian arif pun segera memlucuti seluruh pakaiannya termasuk celana dan CDnya. sambil mengocok-ngocokkan kontolnya itu ia mencoba mendekatkannya ke lubang vagina bi esih serta ditempelkannya dan dimasukannya dengan didorong nya ke dalam perlahan-lahan dan seterusnya. bi esih hanya mengerang seperti kesakitan, namun dirinya tahu kalo bi esih sedang menikmatinya. tusukannya semakin dalam dan cepat saja gerakannya memajumundurkan kontolnya itu. setelah sekitar setengah jam lamanya akhirnya keduanya hampir bersamaan mengeluarkan air maninya masing-masing yang dimuntahkannya di dalam vagina bi esih. Kemudian cukup agak lama mereka berciuman dengan mesra hingga mereka terbaring dengan posisi berdekapan. Setelah agak lama mereka beristirahat kemudian mereka melakukannya lagi hingga lima kali sampai puncak kenikmatan.

Dari kejadian itu kini semakin menjadi-jadi, bisa dikatakan hampir tiap hari dilakukannya ketika istrinya tidak ada di rumah. bahkan sampai ia dan rima mempunyai dua orang anak.



Sumber : Fantasiku
Email : after_seventeen_story@yahoo.com
baca lengkapnya
posted by Afterseventeen.Story at 2:02 AM

1 Komentar:

Memang paling nikmat bercumbu dengan pembantu, sy sendiri pun punya selingkuhan pembantu sampai saat ini, beda banget dengan istri sendiri, lebih lepas & gak bosenin ...
Coba dari dulu tau, pengen deh jadiin dia istri ... mungkin gak akan selingkuh kayak gini ... puas luar dalam!

November 5, 2008 at 2:13 PM  

Post a Comment

<< Home